Berkata Halus dan Lemah Lembut, Berbantah dengan cara Baik Perintah Alquran

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 44 [QS. 20:44]

فَقُوۡلَا لَہٗ قَوۡلًا لَّیِّنًا لَّعَلَّہٗ یَتَذَکَّرُ اَوۡ یَخۡشٰی

Faquulaa lahu qaulaa lai-yinan la’allahu yatadzakkaru au yakhsy(a);

maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

dan

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 125 [QS. 16:125]

اُدۡعُ اِلٰی سَبِیۡلِ رَبِّکَ بِالۡحِکۡمَۃِ وَ الۡمَوۡعِظَۃِ الۡحَسَنَۃِ وَ جَادِلۡہُمۡ بِالَّتِیۡ ہِیَ اَحۡسَنُ ؕ اِنَّ رَبَّکَ ہُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِیۡلِہٖ وَ ہُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُہۡتَدِیۡنَ

Ad’u ila sabiili rabbika bil hikmati wal mau’izhatil hasanati wajaadilhum biillatii hiya ahsanu inna rabbaka huwa a’lamu biman dhalla ‘an sabiilihi wahuwa a’lamu bil muhtadiin(a);Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. 
―QS. 16:125

Berkata halus dan berucap lemah lembut, berbicara hikmah dan berbantah dengan cara yang baik adalah perintah dari alquran. Bayangkan bicara sama firaun saja Nabi Musa a.s berbicara lemah lembut dan halus, apalagi bicara sesama saudara seiman, begitu juga saat bantah membantah Nabi kita Muhammad s.a.w sudah meneladani cara berbantah dengan cara yang baik.

Tidaklah baik memancing lawan dalam berdebat dengan kata yang tajam, karena hal demikian menimbulkan suasana yang panas.
Sebaliknya hendaklah diciptakan suasana nyaman dan santai sehingga tujuan dalam perdebatan untuk mencari kebenaran itu dapat tercapai dengan hati yang puas.

Suatu perdebatan yang baik ialah perdebatan yang dapat menghambat timbulnya sifat jiwa manusia yang negatif seperti sombong, tinggi hati, tahan harga diri, sifat-sifat tersebut sangat peka.

Lawan berdebat supaya dihadapi demikian rupa sehingga dia merasa bahwa harga dirinya dihormati, dan dai menunjukkan bahwa tujuan yang utama ialah menemukan kebenaran kepada agama Allah subhanahu wa ta’ala

Inilah yang di harapkan alquran, bahwa sikap seorang muslim yang mengamalkan alquran sebagai pedoman hidupnya, jadi kita bisa menjadi cerminan dari alquran.